Showing posts with label hadith. Show all posts
Showing posts with label hadith. Show all posts

Saturday, April 18, 2009

Patience

Narrated Abu Said Al-Khudri: Some Ansari persons asked for (something) from Rasulullah s.a.w and he gave them. They again asked him for (something) and he again gave them. And then they asked him and he gave them again till all that was with him finished. And then he said "If I had anything. I would not keep it away from you. (Remember) Whoever abstains from asking others, Allah will make him contented, and whoever tries to make himself self-sufficient, Allah will make him self-sufficient. And whoever remains patient, Allah will make him patient. Nobody can be given a blessing better and greater than patience." ~ Sahih Bukhari

I NEED to be patient.

And I need time.

Thursday, March 12, 2009

Anger

I saw a mother, scolded and shouted at her child, in public place. Everyone around suddenly became quiet and turned at the shrieking voice. I did not know what the child had done, but my heart went to the child. The child just stood still, looked down, and wept uncontrollably. I wept with the child, inside my heart.

If I had the courage, I would have hug the child and tell the child everything would be ok.

This incident is kind of a reflection to me. Have I ever scolded and screamed at my children in public places like that? At home, yes, sometimes, but outside, seriously, I cannot remember. I pray that I have not and I will not. Ever. Usually those who are angry could not remember herself being angry as she is controlled by syaitan. I seek Allah's forgiveness if I have ever done that.

I put myself in that child's shoe. Being humiliated and embarrassed, in front of the public, by own mother. People staring all around. Feeling helpless, defenseless, vulnerable. And crying is the best and the only thing that she can do.

Shame on me if I ever scream at my children in public places. As much as I do not want to be humiliated, I should never humiliate others, even to my own children.

Narrated Sulaiman bin Surd : "While I was sitting in the company of the Prophet (pbuh), two men abused each other and the face of one of them became red with anger, and his jugular veins swelled (i.e. he became furious). On that, the Prophet (pbuh) said, "I know a word, the saying of which will cause him to relax, if he does say it. If he says: 'I seek Refuge with Allah from Satan.' then all his anger will go away." ~ Sahih Bukhari

How beautiful and simple the lesson our beloved Prophet (pbuh) taught us. We seek refuge with Allah, when we are angry. It may be simple to say, but it's not totally impossible to do. And it's the right thing to do.

I need to apologize to my children and want to hug my children right now....

As I am not a perfect mother.

Saturday, February 07, 2009

Sweetness of Faith

Narrated Anas:

The Prophet (pbuh) said, "Whoever possesses the following three qualities will have the sweetness (delight) of faith:

1. The one to whom Allah and His Apostle becomes dearer than anything else.
2. Who loves a person and he loves him only for Allah's sake.
3. Who hates to revert to Atheism (disbelief) as he hates to be thrown into the fire."

~ Sahih Bukhari ~

Wednesday, July 30, 2008

Kuliah Hadith 2 - 29 July 2008

Dari Ibnu Umar r.a bahawasanya Rasullullah s.a.w bersabda :

"Seorang Muslim itu adalah saudara orang Muslim yang lainnya. Janganlah ia menganiaya saudaranya itu. Jangan pula menyerahkannya kepada musuh. Barangsiapa memberikan pertolongan pada hajat saudaranya, maka Allah selalu memberikan pertolongan pada hajat orang itu. Dan barangsiapa melapangkan kepada seseorang Muslim akan satu kesusahannya, maka Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan dari sekian banyaknya kesusahan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi cela seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi celanya pada hari kiamat."

~ Muttafaq'alaih


- Hajat menunjukkan sesuatu yang amat penting. Hajat adalah satu keperluan, bukan kemahuan.
- Minta bantuan dari orang bila kita sangat-sangat perlu dan terdesak.
- Ada sebuah riwayat, ketika Rasulullah s.a.w berada di atas unta, cemeti (rotan) baginda terjatuh. Baginda tidak menyuruh sahabat yang berada di bawah untuk mengambilkannya. Malah baginda turun dan ambil sendiri cemeti itu. Ini menggambarkan Rasulullah s.a.w tidak suka menyusahkan orang lain, walaupun pertolongan yang kecil.
- Lebih baik kita berkhidmat kepada orang lain, dari orang berkhidmat untuk kita.
- Jangan berasa gusar bila kebaikan kita tidak diketahui orang. Allah maha Mengetahui.

"Dan lakukanlah perbuatan baik, tentulah engkau semua akan berbahagia."
~ (QS Al-Haj : 77)


"Dan apa saja kebaikan yang engkau semua lakukan, maha sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui."
~ (QS Al-Baqarah : 215)


- Orang yang suka menganiaya orang lain, Allah akan azabkannya di dunia DAN akhirat. Kesudahan hidupnya akan sukar sekali.
- Sekiranya kita ada bergaduh atau tidak suka pada seseorang, jangan menyerahkannya pada musuh, hanya untuk membalas dendam. Orang Islam dibenarkan bergaduh, tapi jangan sampai melebihi dari tiga hari.
- Penyakit malas amat merbahaya dan tiada ubatnya. Kita boleh marah anak kita jika mereka memberi alasan malas ketika disuruh. Rasullullah s.a.w selalu berdoa supaya dijauhi sifat malas pada dirinya.
- Jika kita ingin meminta hajat dari Allah, kita boleh mengungkit kebaikan kita pada Allah. Dengan cara ini mungkin hajat kita boleh dikabulkan dengan cepat. Kita dilarang untuk mengungkit kebaikan kita pada manusia.
- Jangan minta balasan pada kebaikan kita pada manusia. Minta terus pada Allah.
- Satu kesusahan di dunia amat jauh berbeza dari kesusahan di akhirat. Bayangkanlah jika Allah melapangkan kesusahan kita di akhirat, bila kita menolong orang yang susah di dunia. Alangkah nikmatnya....

~ Ustaz Mamfizam Bakaram

Tuesday, July 29, 2008

Kuliah Hadith 1 - 29 July 2008

Dari Abu Hurairah r.a berkata :

Rasulullah s.a.w didatangi oleh sahabat-sahabatnya dengan membawa seorang lelaki yang telah minum ARAK, kemudian baginda bersabda : "Pukullah dia, sebagai hadnya."

Diantara kita ada yang memukul orang itu dengan tangannya, ada pula yang memukul dengan terumpahnya, bahkan ada yang memukul dengan pakaiannya. Setelah orang itu pergi, lalu sebagian orang banyak itu ada yang berkata, "Semoga engkau dihinakan oleh Allah!"

Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda, "Jangan berkata demikian, janganlah engkau semua memberi pertolongan kepada syaitan untuk menggodanya lagi."

~ Hadith Riwayat Bukhari


- Dari hadith ini, Rasulullah s.a.w mengajar kita, apabila seseorang yang bersalah telah dihukum, janganlah dia dihina atau diolok-olokkan. Cukuplah dia dengan hukumannya. Ditakutkan dia akan kembali ke maksiat lamanya jika dia terus dihina.

- Janganlah disebarkan keburukan dan keaiban orang lain.

- Rasulullah s.a.w melarang pukul di muka, kerana ia akan meninggalkan bekas yang boleh dilihat. Pukullah di tangan, badan atau punggung. Tidak ada hukuman di dalam Islam untuk pukul di muka, kecuali pada orang yang sudah bernikah tetapi melakukan zina, maka mukanya boleh direjam dengan batu.

- Meminum arak adalah kesalahan yang nampak kecil, tapi besar padah dan dosanya. Arak adalah punca segala maksiat dan membawa kepada melakukan dosa-dosa yang besar. Apabila mabuk, orang itu tidak sedar dia melakukan maksiat seperti berzina, membunuh, memukul dan ada yang menceraikan isteri. Cerai itu dianggap sah oleh para ‘ulama, kerana orang itu meminum arak dengan sengaja, walaupun dia tidak sedar akan perbuatannya ketika mabuk. Sebab itulah Allah melarang hambanya meminum arak.

- Orang yang ketagihan arak hingga akhir hayatnya, tidak ada harapan untuk masuk syurga. Arak perlukan 40 hari untuk bersih dari tubuh badan. Bagaimana Allah hendak menerima ibadah orang yang minum arak, jika darahnya mengalir arak yang haram?

- Ustaz Mamfizam Bakaram

Thursday, July 17, 2008

Hak Seorang Muslim

Dari Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :

Hak seorang Muslim terhadap orang Muslim lainnya itu ada enam perkara,

1) Jika engkau bertemu dengannya, maka berilah salam padanya


Salam itu sendiri merupakan satu doa. Hukum memberi salam adalah sunat, tapi wajib untuk menjawab salam itu.

2) Jika dia mengundangmu, maka kabulkan undangannya

Majlis undangannya itu haruslah memenuhi syariat Islam dan tidak ada unsur-unsur maksiat. Seandainya kita yakin majlis itu ada unsur-unsur maksiat, kita dibolehkan untuk tidak menghadirkan diri.

3) Jika dia meminta nasihat, maka berilah nasihat padanya

Agama itu adalah nasihat. Berilah nasihat melandaskan hukum-hukum Islam.

4) Jika dia bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", maka tasymitkanlah dia

Mentasymitkan dengan mendoakan beliau "Yarhamukallah - Semoga Allah merahmatimu". Kemudian si pembersin itu boleh menjawab "Yahdikumullah wa yushlihu balakum - Semoga Allah beri petunjuk padamu dan memperbaiki hatimu".

5) Jika dia sakit, maka kunjungilah dia

Doakanlah kesembuhan untuknya dan minta doa dari dirinya untuk kita. Doa orang yang sedang sakit dimakbulkan Allah.

6) Jika dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya

Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disholati, maka ia mendapatkan pahala satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan pahala dua qirath. Satu qirath sama besarnya dengan Jabal Uhud.


~ Riwayat Muslim


Wallahu'alam